MCR AORA, March 26th 2009. 22.30 WIB
Sudah berapa lama tak kusentuh blog ku ini, sedikit menelantarkan hobby. Sebenernya memang karena kesibukan kantor yang membuat aku tak menyempatkan diri untuk menulis di blog, selain karena aku sendiri jarang masuk shift malam yg membuatku bebas menulis blog sampai larut malam
Kali ini sambil ditemani 3 lagu yang diputer berulang kali, viva la vida by coldplay, forever by Chris Brown and Single Happy by Oppie Andaresta, jariku lincah mengutak atik tuts keyboard laptop Compaq HP yang setia menemani di ruangan dingin MCR ini. kebetulan ada dua makhluk lain selain aku, ada Leni and Dekri di meja yang berbeda denganku.
Ah rasanya malam ini aku ga mau melewatkan gitu ajah, bisakah diperpanjang lagi hari ini….aku masih ingin disini. Dulu aku selalu merasa, suatu hari aku akan bahagia meninggalkan tempat ini dan mendapatkan yang lebih baik pastinya, tapi aku salah. kenyataannya aku memang harus meninggalkan tempat ini dengan senyuman tapi dengan air mata saat aku harus berpisah dengan temen-temen disini. Entahlah, mungkin lebai kalo kata orang mah, tapi bagi yg kenal hajaru…….thats me…purely me. aku menghargai setiap pertemanan dan aku akan bersedih dengan perpisahan. andaikan kita bisa bareng2…mending begitu ajah.
Kalo ingat jaman dulu 8 bulan lalu tepatnya waktu pertama kali kenal dan masuk aora.Aku dan siti adalah dua cewek pertama di MCR. dengan tampang kucel, kumel karena ga ada persediaan baju untuk tinggal di jkt, aku dan siti mulai jadi orang kantoran dan kenal dengan Ait, Luthfi, Imad, Henry, Dodik, Fahmi dan Andre. dan selanjutnya kekeluargaan yang kental semakin terasa karena kerja kami di bagi dalam shift. ah……cepat sekali waktu itu terlewati. Dodik dan Andre harus hengkang setelah 4 bulan dia bekerja, Imad menyusul sebulan selanjutnya. Sepiiiiiiiiiii……….
Saat aku menunggu pengumuman untuk mengikuti jejak Andre dan Dodik, aku mulai menyemangati diri sendiri karena sempat down banget saat Imad keluar dari team. Semangat dah tinggal 10% nya dan ngantor adalah hal yang menyebalkan saat itu. Tapi akhirnya aku ikhlas saja, jalanai saja………pikirku, semua orang ada waktu dan gilirannya masing2. Aku semangat lagi dan berusaha ngasih yang terbaik buat perusahaan. Susah yah ternyata jadi orang bodoh kayak aku……tampangku yg gampang bingung membuat bos meragukan ini dan itu dengan kerjaanku. sering diomelin jadi tantangan juga.sampai pernah ngerasa Sial seharian karena kena semprot mulu ama atasan. Sebel juga kali yah. Tapi ya sudahlah……..aku lakukan yang terbaik aja dulu.
Aku mulai menikmati pekerjaanku, apapun itu aku suka disuruh mengerjakan ini dan itu. salah adalah pelajaran buatku dan aku pasti bisa belajar dari kesalahan itu. Kedatangan vendor-vendor membawa suasana baru diruangan kami dan itu membuatku nyaman. Bertemu dan bercanda dengan orang-orang baru membawa warna tersendiri, dan aku mulai gak peduli dengan apa jadinya nanti karirku…….yang ada diotakku adalah bagaimana aku bisa berkarya sebaik mungkin.
Saat aku mulai nyaman dengan keadaan disini, aku harus memilih untuk pindah dari sini dan bergabung dengan Andre dan Dodik. Aku dan Luthpi harus keluar karena ini keinginan kami. ya……….semua memang ada gilirannya dan waktunya. aku sendiri, harus meninggalkan tempat ini dan aku akan terus merindukan teman-teman MCR. Makasih banyak buat Adit yang bener-bener jadi partner dan guru selama di MCR, bahkan bisa dibilang bos yang sebenernya. Tongki yang ga pernah marah walaupun aku nyebelin dan ga ngerti2 kalo diajarin, Siti…hahaha…kita ga akan bisa bergosip lagi sama Leni…..setidaknya kita selalu pantengin acara gosip di tipi, Imad yang masih setia nge dota disini dn masih sering direpotin walau bukan team MCR lagi, Ryan, Yanny, Fahmi………..semua deh…….
Aku emang bukan MCR team lagi, tapi bagi ku………kita masih satu team, bahkan kita adalah keluarga broadcast paling solid.hehehe
Thank you so much my lovely friend

Wayang Kulit di Jawa Tengah adalah tradisi tertua dalam cerita wayang dan sudah sangat maju dan berkembang. Orkes gamelan mengiringi dalang yang menggerak-gerakan wayang dibalik layar yang melantunkan irama lagu yang secara terus menerus sesuai dengan jalannya cerita.
Si dalang mengangkat wayang untuk ditempatkan pada bayangan dengan gerak yang gemulai dan mantap. Ia lalu memanipulasi gerak wayang tersebut, menyanyi dan memberi tanda pada orkes musik. Ia juga berbicara mewakili para karakter wayang. Ia harus bisa menirukan suara merdu seorang permasuri maupun suara yang berwibawa dari seorang pangeran.


Recent Comments